• Monaghan Downs posted an update 1 year, 6 months ago

    Koleksi Cara Pengambilan Sampling

    Tutorial Laporan Penjelasan – Di tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai warga dan sampel penelitian beserta konsep statistik inferensial yang mendasarinya, Masyarakat dan spesimen adalah unit metodologi statistika yang berhubungan dengan generalisasi hasil pertimbangan. Cara-cara pengambilan sampel ini disebut secara teknik sampling. Dengan demikian teknik sampling adalah teladan atau metode untuk memilih dan mengangkat unsur-unsur ataupun anggota-anggota dari populasi untuk digunakan sebagai sampel secara representatif.

    Sistem sampling penuh menggunakan skema probabilitas dengan demikian berdasarkan tekniknya dikategorikan jadi dua dikenal probability sampling dan non-probability sampling.

    PROBABILITY SAMPLING

    Probability sampling ialah teknik sampling dimana pada setiap anggota masyarakat memiliki sistem sama dipilih menjadi sampel. Dengan kata lain, semua anggota tunggal atas populasi punya peluang bukan nol.

    Sistem ini melibatkan pengambilan sembarang (dikocok) dari suatu warga. Ada sifat metode probability sampling secara turunan dan variasi masing-masing, namun paling populer serupa berikut:

    Sampling Acak Biasa (Simple Random Sampling)

    Random sampling ialah metode paling dekat secara definisi probability sampling. Pengambilan sampel mulai populiasi dengan acak bertolak pada frekuensi peluang semua anggota populasi.

    Sampling Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)

    Pengambilan sampel melibatkan aturan komunitas dalam urutan sistematika tertentu. Probabilitas pengambilan sampel gak sama terpeleset dari kesamaan frekuensi pada setiap anggota populasi.

    Sampling Stratifikasi (Stratified Sampling)

    Populasi dibagi ke dalam kelompok taraf dan lalu mengambil ilustrasi dari setiap kelompok terserah kriteria yang ditetapkan. Misalnya, populasi dibagi ke pada anak-anak serta orang tua kemudian memilih masing-masing wakil atas keduanya.

    Sampling Rumpun (Cluster Sampling)

    Rakyat dibagi di dalam grup kewilayahan kemudian memilih timbalan tiap-tiap kelompok. Misalnya, masyarakat adalah Jawa Tengah kemudian sampel diambil dari tiap-tiap kabupaten. Dapat juga batas-batas gunung, daratan dan sebagainya.

    Sampling Bertahap (Multistage Sampling)

    Pengambilan sampel memakai lebih atas satu sistem probability sampling. Misalnya, memakai metode stratified sampling di tahap prima kemudian ragam simple random sampling di tahap kedua dan seterusnya sampai meraih sampel yang diinginkan.

    Kemungkinan Proporsional Tolok ukur Sampling (Probability Proportional to Size Sampling)

    Probabilitas pengambilan sampel setara dengan ukuran sampling bahwa sampel dipilih secara simetris dengan ukuran total komunitas. Ini ialah bentuk multistage sampling pada tahap prima dan kemudian random sampling di taraf kedua, namun jumlah contoh sebanding beserta ukuran populasi.

    NON-PROBABILITY SAMPLING

    Teknik non-probability sampling jika setiap bagian populasi punya peluang nol. Artinya, pengambilan sampel didasarkan kriteria unik seperti judgment, status, banyaknya, kesukarelaan dan sebagainya.

    Ada bermacam-macam metode non-probability sampling beserta turunan serta variasinya, akan tetapi paling ternama sebagai berikut:

    Sampling Bagian (Quota Sampling)

    Mirip stratified sampling adalah berdasarkan perbandingan ciri-ciri tertentu untuk menyingkir bias. Contohnya, jumlah sampel laki-laki 50 orang dipastikan sampel perempuan juga 50 orang.

    Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)

    Pengambilan sampel didasarkan pada bukti bahwa mereka kebetulan ada.

    teknik sampling dalam penelitian kualitatif Misalnya, warga adalah setiap pegguna rel (kereta api), maka peneliti mengambil ilustrasi dari orang2 yang perkenan melintas di jalan ini pada waktu penguasaan.

    Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling)

    Pengambilan sampel berdasarkan penyaringan khusus. Pengkaji membuat ukuran tertentu siapa yang dijadikan sebagai informan. Misalnya, Anda meneliti kriminalitas di Negeri Semarang, maka Anda mengangkat informan ialah Kapolresta Semarang, seorang pelaku kriminal & seorang makanan kriminal.

    Sampling Sukarela (Voluntary Sampling)

    Pengambilan sampel bertolak pada kerelaan untuk berpartisipasi di penelitian. Ragam ini paling umum dikenakan dalam jajak pendapat.

    Sampling Snowball (Snowball Sampling)

    Pengambilan ilustrasi berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya. Misalnya, ulasan tentang manipulasi bahwa sumber informan mula-mula mengarah mendapatkan informan kedua lalu informan ke tiga dan berikutnya.